LAPORAN
FARM
EXSPERIENCE
SISTEM
PEMBERIAN PAKAN SAPI BALI DI KELOMPOK TANI TUNAS MUDA DESA PUDAK KECAMATAN
KUMPEH ULU
KABUPATEN
MUARO JAMBI
OLEH :
NAMA
NIM
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2014
PRAKATA
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat
dan hidayahNya penulis dapat
menyelesaikan laporan magang yang
berjudul “Manajemen Pemberian
Pakan Sapi Bali di Kelompok Tani Tunas Muda Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu
Kabupaten Muaro Jambi ”.
Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada Lisna S.Pi M.Si selaku dosen
pembimbing lapangan yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada
penulis sehingga laporan ini dapat diselesaikan. Ucapan terima kasih juga
penulis sampaikan untuk Bapak Jumono selaku ketua Kelompok Tani Tunas Muda yang
telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan tugas
magang dan juga informasi yang penulis butuhkan dalam penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun penulis harapkan. Semoga
laporan ini bermanfaat bagi kita semua.
Jambi, Januari 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
PRAKATA................................................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I. PENDAHULUAN........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang.............................................................................. 1
1.2 Tujuan .......................................................................................... 2
1.3 Manfaat ........................................................................................ 2
BAB II. MATERI DAN METODE......................................................... 3
2.1 Tempat dan Waktu........................................................................ 3
2.2 Materi............................................................................................ 3
2.3 Prosedur Kerja.............................................................................. 3
2.4 Analisis Data ……………………………………………………. 4
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................. 5
3.1 Kondisi Umum Kelompok Tani Tunas
Muda…………………… 5
3.2 Pengalaman Farm.......................................................................... 5
3.3 Perkandangan................................................................................ 6
3.4 Umur Sapi..................................................................................... 7
3.5 Sistem Pemberian Pakan dan Air
Minum..................................... 8
3.6 Konsumsi Pakan............................................................................ 11
3.7 Pertambahan Bobot Badan........................................................... 12
BAB IV. PENUTUP.................................................................................. 15
4.1. Kesimpulan.................................................................................. 15
4.2. Saran............................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel
1. Bangunan di Peternakan Tunas Muda........................................... 5
Tabel
2 Umur Sapi...................................................................................... 8
Tabel
3. Jenis Pakan yang Diberikan Dilihat Dari Komposisi Kimia Pada
Peternakan Tunas Muda................................................................ 8
Tabel
4. Konsumsi Hijauan di Peternakan Kelompok Tani Tunas Muda
Selama 30 Hari............................................................................... 12
Tabel 5. Pertambahan Bobot Badan Sapi Bali Pada Peternakan
Tunas
Muda Selama Dilaksanakannya
Farm Experience.......................... 13
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar
1. Rumput Kumpai......................................................................... 9
Gambar
4. Pemberian Pakan........................................................................ 10
Gambar
5. Pemberian Air Minum. .............................................................. 11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sapi Bali merupakan sapi
asli Indonesia yang mempunyai keunggulan-keunggulan yang nyata disukai oleh
petani peternak, sehingga pengembangannya telah merata hampir di seluruh
pelosok Nusantara. Hal ini sejalan dengan usaha yang dilakukan oleh sebagian
besar masyarakat Indonesia, yaitu sebagai pertani karena dengan memelihara ternak sapi petani mendapatkan
manfaat yang dapat meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan keluarga
petani.
Sapi
Bali mempunyai sifat subur, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan
lingkunganya, dapat hidup dilahan kritis, dan mempunyai daya cerna yang baik
terhadap pakan. Keunggulan lain yang sudah dikenal masyarakat adalah persentase
karkas sapi yang tinggi, harga jual yang stabil dan bahkan setiap tahunnya
cenderung meningkat membuat sapi Bali menjadi sumber pendapatan yang diandalkan
oleh petani.Sebagaimana yang terjadi di Kelompok Tani Tunas Muda Desa Pudak
Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Dikarenakan keunggulan sapi Bali
dan keuntungan yang akan didapat maka di Peternakan Kelompok Tani Tunas Muda
dilakukan usaha peternakan secara intensif yaitu ternak di pelihara secara
terus menerus di dalam kandang tujuannya untuk penggemukan. Kelompok tani Tunas
Muda menggemukkan sapi sejak awal didirikannya kelompok tani ini yaitu pada
tahun1999.
Keberhasilan
usaha pemeliharaan sapi Bali juga sangat tergantung pada sistem pemberian pakan,
kegiatan ini harus direncanakan secara baik dan teratur sehingga produksi yang
akan dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.Hal ini sesuai dengan pendapat Hernowo
(2006),sistem pemberian pakan sapi Bali dilakukan dengan caraintensif, yaitu
ternak di dalam kandang dan di berikan pakan. Pemberian pakan dengan cara ini
merupakan pemberian pakan yang terbaik.Berdasarkan uraian tersebut penulis melakukan kegiatan
Farm Experience dengan judul “Sistempemberian pakan sapi Bali
di Kelompok Tani Tunas Muda Desa Pudak Kecamatan
Kumpeh
Ulu Kab.Muaro Jambi”.
1.2 Tujuan
Tujuan dari Farm Experience ini
adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pemberian pakan dan kecukupan nutrisi ternak sapi Bali di Peternakan Kelompok Tani Tunas Muda.
1.3 Manfaat
Manfaatdari Farm Experience ini
adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman kerja serta
keterampilan,khususnya mengenai kualitas pakan dan juga manajemen pemeliharaan ternak sapi Bali di Peternakan Kelompok Tani Tunas Muda.
BAB II
PROSEDUR KERJA
2.1Waktu dan Tempat
Farm Experience dilaksanakan mulai dari
tanggal 17
Maret s/d 17April
2014, dimulai dari pukul 07.00WIB –11.00 WIB dilanjutkan kembali pukul 14.00 WIB -17.00 WIB, bertempat di Peternakan Tunas Muda Desa Pudak
Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.
2.2. Materi
Materi dan bahan pengamatan dalam pelaksanaan Farm Experience adalah 11 ekor ternak sapi Bali,hijauan,
air,dan garam.Alat yang digunakan dalam pelaksanaan Farm Experience adalah
ember,cangkul, sabit, skop pembersih, kandang, pita ukur untuk mengukur lingkar
dada, karung beras, sapu lididan gerobak untuk mengangkat kotoran ke tempat
penampungan kotoran.
2.3. Prosedur
Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan dalam Farm Experince adalah melakukan
pengamatan dan praktek langsung di kandang ternak sapi Bali Kelompok Tani Tunas Muda dari pukul 07.00 WIB s/d 17.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan
selama Farm Experince yaitumembersihkan kandang sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi (08.00 – 09.00 WIB) dan sore ( 16.00 WIB). Feses diangkat
dengan menggunakan skop dan dikumpulakan di tempat penampungan feses.Kemudian sisa feses yang dilantai
dibersihkan dengan cara disiram menggunakan ember dan dialirkan ke
selokan.Memberi pakan sapi Bali berupa hijauan sebanyak 2 kali
sehari, pagi jam (07.00 WIB) dan siang jam (14.00 WIB).Pemberian
minum pada pukul 14.30 WIB.Mengukur lingkar dada sapi dengan menggunakan
meteran pada hari pertama dan pada hari terakhir kegiatan Farm Experience.
2.4Analisis Data
Data yang dihimpun selama kegiatan Farm
Experience ini berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh
dengan pengamatan langsung dan wawancara kepada pemilik usaha peternakan. Data
primer yang diambil meliputi jumlah ternak, jumlah pakan dan minum yang diberi
serta jenis pakan, cara pemberian pakan dan minum, bobot badan ternak,
perkandangan dengan mengamati tipe kandang, sanitasi lingkungan kandang, dan
pengobatan penyakit ternak. Sedangkan data sekunder berasal dari catatan yang
ada di Peternakan Tunas Muda Desa Pudak
Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.
Data
diolah dengan cara penjumlahan, pengurangan, perkalian dan rataan yang meliputi
konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, jenis pakan (hijauan), pencegahan
penyakit. Rumus yang digunakan untuk menghitung bobot badan berpedoman pada
Rumus Djagra.
·
Bobot Badan Sapi Jantan (kg) =
·
Bobot Badan Sapi Betina (kg) =
·
PBB (Kg) =
Bobot Badan Akhir (Kg) – Bobot Awal (Kg)
·
PBBH (Kg) =
Keterangan:
PBB : Pertambahan Bobot Badan
PBBH : Pertambahan Bobot Badan per Hari (Kg)
11045 :Konstanta
bobot badan sapi Bali jantan
11050 :Konstanta
bobot badan sapi Bali betina
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Kondisi Umum Kelompok Tani Tunas Muda
Kelompok
Tani Tunas Muda didirikan pada tahun 1999 dengan yang diketuai oleh pak Jumono.Kelompok
Tani ini berlokasi di Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro
Jambi.Luas usaha sapi potong Tunas Muda ini adalah sekitar ± 1000 m² yang
terdiri dari beberapa bangunan yang tertera pada Tabel 1.Wilayah peternakan ini
berbatasan di sebelah Utara dengan desa Kemingking, sebelah Selatan dengan
sungai anakan Batanghari, sebelah Barat dengan desa Kumpeh dan sebelah Timur
dengan desa Kota Karang.
Tabel 1.Penggunaan
Lahan di Peternakan Tunas Muda
|
No
|
Penggunaan
Lahan
|
Unit
|
Luas (m2)
|
|
1
|
Kandang
sapi
|
1
|
15 x 6
|
|
2
|
Rumah
pegawai
|
1
|
13 x 6
|
|
3
|
Gudang
|
1
|
10 x 5
|
|
4
|
Tempat
Pembuangan Limbah
|
1
|
10 x 2
|
|
5
|
Kolam
|
1
|
12 x 50
|
|
6
|
Tempat
Pengolahan feses
|
1
|
7 x 20
|
|
7
|
Penanaman Rumput
|
1
|
63
|
Sumber : Peternakan Kelompok Tani Tunas Muda 2014
Kelompok
Tunas Muda memiliki tenaga kerja yang berjumlah 2 orang yaitu Ngadiri bertugas
di kandang dan Poniran bertugas mecari rumput.Untuk pegawai pendidikan rata –
rata tamatan SD. Semua pegawai mempunyai tugas dan tanggung jawab masing –
masing sesuai keterampilan yang dimiliki. Anonim (1993), pendidikan merupakan
salah satu faktor pelancar dalam suatu usaha peternakan, karena dengan
pendidikan yang cukup, peternak akan lebih mudah mempelajari suatu ilmu
pengetahuan yang berkaitan dengan bidang peternakan terutama dalam tekhnik
pemeliharaan. Oleh karena pendidikan kedua karyawan hanya SD maka mereka hanya
diberikan pekerjaan kasar yaitu meyabit rumput,memberi makan dan membersihkan
kandang.
3.2 Pengalaman Farm
Farm
Experience di usaha peternakan sapi potong Kelompok Tani Tunas Muda Kecamatan
Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi dilaksanakan selama 4 minggu dari tanggal 17
Maret sampai 17 April 2014, dengan jadwal kerja yang dimulai dari pukul 07.00
WIB sampai dengan 17.00 WIB. Pada pagi hari jam 07.00 – 11.00 WIB dilakukan
pembersihan tempat pakan dan pemberian pakan sapi. Sore hari pukul 14.00 WIB
dilanjutkan dengan memberi makan sapi dan memberi minum air garam.Pukul 16.00
WIB membersihkan kandang, feses yang ada dikandang diambil dengan menggunakan
skop kemudian feses tersebut dikumpulkan dibelakang kandang untuk dijadikan kompos.Dari
kegiatan yang telah dilaksanakan maka didapatkan pengalaman dan keterampilan
dalam memberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak dan membantu
dalam pengumpulan feses serta pengolahannya menjadi kompos.Berdasarkan pengalaman yang sudah di dapatkan, dapat
dinyatakan bahwa semua teori yang dipelajari di perkuliahan dapat diterapkan
dilapangan.hal ini tergantung kepada kondisi peternakan, lokasi peternakan,
pengalaman peternak serta pendidikan peternak dan pekerjaannya. Pada peternakan
Tunas Muda, walaupun di kandangkan secara terus menerus, sapi hanya diberi
hijauan saja.Menurut peternak hal itu sudah cukup karena sapi mereka tetap
tumbuh dan besar.Hal ini berbeda dengan yang diperoleh pada saat perkuliahan
yaitu untuk pertumbuhan yang baik terutama untuk penggemukan.Sapi tidak saja
membutuhkan rumput tetapi juga konsentrat.
3.3 Perkandangan
Pemeliharaan
ternak sapi Bali di Kelompok Tani Tunas Muda yaitu dengan cara pemeliharaan
kreman atau pemeliharaan intensif yakni dikandangkan terus menerus sehingga
ternak mendapat pengontrolan yang lebih baik dari peternak, baik makan, minum
maupun kebersihan kandang. Sistem pemeliharaan sapi potong dikategorikan dalam
tiga yaitusistem pemeliharaan intensif yaitu ternak dikandangkan, sistem
pemeliharaansemi intensif yaitu ternak dikandangkan pada malam hari dan dilepas
dipadang penggembalaan pada pagi hari dan sistem pemeliharaan ekstensifyaitu
ternak dilepas di padang penggembalaan(Hernowo, 2006).
Kandang
sapi di Kelompok Tani Tunas Muda ini adalah kandang depok berlantaikan tanah.
Kandang sapi di peternakan ini berukuran Panjang 15 meter, Lebar 6 meter dan
tinggi 3 meter. Kandang ini berlokasi dibelakang rumah ketua Kelompok Tani
Tunas Muda dengan jarak sekitar 7 meter. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Pusat
Penelitiandan Pengembangan Peternakan (2007), menyatakan bahwa jarak kandang
paling dekat 10 meter dari perumahan, tetapi tidak terlalu dekat dengan pemukiman
penduduk.
Kandang
sapi di Kelompok Tani Tunas Muda tidak berdinding, tiang kandang terbuat dari
kayu dan atap terbuat dari seng yang memiliki ventilasi agar sirkulasi udara
berjalan dengan baik (Gambar 1). Menurut Santoso (2002), ventilasi berfungsi
untuk mengurangi kelembaban dalam kandang, mengurangi organisme penyakit,
mengurangi debu dan udara kotor sehingga mudah diganti dengan udara segar,
mengurangi limbah produksi terutama yang berasal dari kotoran dan urin seperti
ammonia, hidrogen, sulida, karbondiokksida dan gas methan. kontruksi dinding
kandang di daerah panas terutama untukternak lokal sebaiknya terbuka, kandang
berdinding didaerah panas akan menyebabkan peredaran udara didalam kandang
terganggu dan menyebabkan ternak stres (Blakely,
1998).
Gambar 1. Kandang di peternakan Kelompok Tani Tunas
Muda
Atap kandang
terbuat dari seng dengan tujuan lebih tahan lama. Pane (1996),
menyatakan bahwa atap yang cukup baik untuk pembuatan kandang yaitu genteng,
seng atau sejenisnya karena tahan lama, udara bisa masuk melalui celah- celah
genteng.Kandang di Kelompok Tani Tunas Muda dilengkapi dengan tempat
penampungan feses dan tempat penjemuran feses (Gambar 2).Feses tersebut
dikelola menjadi pupuk organik.
Gambar 2.Tempat penjemuran dan pengelolahan feses
3.4 Umur Sapi
Jenis sapi yang diternakan di kelompok tani Tunas Muda adalah sapi Bali dan berjenis kelamin jantan yang berumur 10
bulan sampai 4 tahun (tabel 2). Alasan mengapa digunakan ternak sapi Bali
adalah karena sapi Bali pertumbuhannya lebih cepat dibanding betina dan daya
adaptasi yang tinggi. Pane (1991) menyatakan bahwa, sapi Bali mempunyai
feritilitas tinggi, lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik,
cepat beradaptasi apabila dihadapkan dengan lingkungan baru, cepat berkembang biak,
bereaksi positif terhadap perlakuan pemberian pakan, kandungan lemak karkas
rendah, keempukan daging tidak kalah dengan daging impor.
Tabel 2.Umur Sapi
|
No
Sapi
|
Umur
Sapi
|
|
1
|
3
tahun
|
|
2
|
3
tahun
|
|
3
|
3.5
tahun
|
|
4
|
1
tahun
|
|
5
|
1
tahun
|
|
6
|
10
bulan
|
|
7
|
2
tahun
|
|
8
|
4
tahun
|
|
9
|
3
tahun
|
|
10
|
2
tahun
|
|
11
|
4
tahun
|
Sumber: Peternakan Kelompok
Tani Tunas Muda.
Sapi
Bali adalah galur yang berasal dari sapi banteng yang sudahmengalami
penjinakan, dan banyak ditemukan di Pulau Bali.Sapi inimerupakan tipe sapi
penghasil daging dan dapat digunakan sebagaisapi pekerja.
Siswanto
(2011), menyatakan bahwasapi Bali jantan dewasa berwarna hitam dengan
kepalalebar, otot di bagian leher terlihat kompakdan kuat, dada besar dan
berdaging tebal,pantat putih berbentuk setengah bulandengan ujung ekor berwarna
hitam,bagian lutut kebawah berwarna putih.Sapi Bali dewasa betina bewarnamerah
bata, kepala panjang, halus, sempitdengan tanduk kecil dan pendek,punggung
terdapat garis berwarna putihseperti belut, leher terlihat lebih rampingbila
dibanding dengan jantan serta pantatberwarna putih, ekor berwarna hitam.Sapi Bali
berbeda dengan sapi jenis lainnya adalah dibagian punggung sapi yang bergaris
hitam.Joomla (2007), yang menyatakan bahwa pada punggung sapi Bali selalu
ditemukan bulu hitam membentuk garis (garis belut) memanjang dari gumba
(punggung) hingga pangkal ekor dan kulit berwarna putih juga ditemukan pada
bagian pantatnya dan pada paha bagian dalam kulit berwarna putih tersebut
berbentuk oval.
3.5 Sistem Pemberian Pakan dan Air Minum
Jenis pakan yang diberikan kepada ternak sapi di
Kelompok Tani Tunas Muda ini merupakan rumput lapangan dan rumput kumpeh yang
diperoleh dari pinggiran sawah (Gambar 3).Hal ini dikarenakan peternak tidak
memiliki lahan untuk menanam hijauan sendiri. Menurut Reksohadiprojo (1985),
hijauan adalah bahan pakan utama khusus ternak ruminansia yang berfungsi sebagai
pengenyang, sumber protein dan sumber energi. Menurut Kanisius(1979), rumput
lapangan atau dikenal dengan rumput alam umumnya mengandung bahan kering
sekitar 35,41%,
dan protein kasar 6,69% (Tabel 3).
Tabel 3. Jenis Pakan yang Diberikan Dilihat Dari Komposisi Kimia Pada
Peternakan Tunas Muda
|
No
|
Jenis hijauan
|
Kandungan zat makanan
|
||
|
BK
(%)
|
PK
(%)
|
SK
(%)
|
||
|
1
|
Rumput
kumpai
|
31,04
|
11,49
|
33,67
|
|
2
|
Lapangan
|
35,41
|
6,69
|
34,19
|
Sumber :Kanisius, (1979).
Gambar 3. Rumput Kumpai
Nilai biologis rumput kumpai yang
tinggidengan kandungan protein kasar 14,11% di habitat
aslinya (rawa) menjadikan rumput initermasuk ke dalam kelas hijauan
berkualitastinggi jika dibandingkan protein kasar rumputgajah yang hanya 9% dan
melebihi kandunganprotein jagung kuning yang berkisar antara 10–11% (Hartadi, 1986).Sistem pemberian
pakan di peternakan Tunas Mudadilakukan pada pagi
dan siang hari.Frekuensi
pemberian pakan pada ternak sapi merupakan faktor yang harus diperhatikan
karena pemberian pakan harus sesuai dengan kualitas dan kuantitas pakan yang
dibutuhkan oleh ternak.Pemberian pakan pada ternak
sapi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, bereproduksi dan
berproduksi (Sugeng, 2005).
Frekuensi
pemberian pakan hijauan untuk sapi Bali di Kelompok Tani Tunas Muda sebanyak 2
kali sehari yaitu pada pukul 07.00 WIB dan 14.00 WIB(Gambar 4).Hal ini sesuai
dengan pendapat Bandani(2003), yang menyatakan bahwa pada prinsipnya pemberian
pakan berupa hijauan segar bagi sapi dewasa umumnya diberikan 2 kali sehari sebanyak
10% dari berat badan. Di peternakan Kelompok Tani Tunas Muda ini tidak
diberikan konsentrat.Hal ini dikarekan biaya yang dikeluarkan untuk membeli
konsentrat mahal.
Gambar 4. Pemberian pakan
Ternak
juga membutuhkan air minum, selain air yang disumbangkan dari pakan. Air merupakan
bahan utama yang tidak bisa diabaikan, karena tubuh ternak terdiri dari 70 %
air, sehingga air benar –benar termasuk kebutuhan utama dan pemberiannya
dilakukan 3 kali/hari yaitu pagi hari pukul 07.30 WIB, siang hari pukul 14.30
WIB dan sore hari pukul 15.30 WIB Air minum tersebut ditambahkan garam sebanyak
0,5 gram atau 1 genggam tangan kedalam 10 liter air untuk setiap pemberian
(Gambar 5). Jadi ternak tersebut mengkonsumsi air minum sebanyak 30
liter/ekor/hari.Hal ini sesuai dengan pendapat Setiadi (2001) kebutuhan air
minum sapi ± 20-40 liter/ekor/hari.Pemberian garam di air minum dimaksudkan
agar ternak lebih banyak minum. Pemberian garam dalam air minum demikian tidak
boleh dilakukan karna garam akan menyebabkan ternak menjadi haus sehingga
ternak akan selalu minum dan akibatnya konsumsi pakan berkurang. Dampaknya
adalah peryumbuhan bobot badan yang menjadi rendah.
Gambar 5.Pemberian air minum.
3.6Konsumsi Pakan
Konsumsi pakan adalah jumlah pakan
baik berupa hijauan maupun konsentrat yang diberikan langsung kepada ternak. Jumlah konsumsi pakan dapat dihitung dengan
banyaknya pakan yang diberikan pada ternak dikurangi sisa pakan.Rata –Rata
konsumsi pakan sapi bali di Peternakan Tunas Muda dapat
dilihat pada Tabel 4 danLampiran 1.
Tabel 4. Konsumsi Hijauan Pada Peternakan Kelompok Tani Tunas Muda
Selama 30 Hari
|
Ternak
|
Jumlah Yang Diberikan (Kg)
|
Jumlah Sisa (Kg)
|
Jumlah Dikonsumsi (Kg)
|
Jumlah Konsumsi Harian (Kg/Ekor/Hari)
|
|
1 - 4
|
2888
|
58.23
|
2829.77
|
23.58
|
|
5 - 8
|
2872
|
62.93
|
2809.07
|
23.41
|
|
9 - 11
|
2801
|
58.23
|
2742.77
|
22.86
|
|
Jumlah
|
8561
|
179.39
|
8381.61
|
69.85
|
|
Rataan
|
2853.667
|
59.79667
|
2793.87
|
23.28333
|
Sumber: Kelompok Tani Tunas
Muda
Dari Lampiran 1dapat diketahui bahwa rata-rata
konsumsi pakan sapi Bali di Kelompok Tani Tunas Mudabelum mencukup iyaitu hanya23.38 Kg/ekor/hari. Menurut
pendapat Sientje (1983), menyatakan bahwa
rata-rata konsumsi pakan sapi Bali berkisar antara 26,5 – 30 Kg/ekor/hari.
Rendahnya rata-rata konsumsi pakan Kelompok
TaniTunas Muda ini dapat disebabkan oleh kuantitas pakan yang diberikan dan frekuensi pakan yang diberikan hanya 2
kali sehari. Hijauan yang diberikan kepada ternak dengan volume yang sedikit
akan menyebabkan pertumbuhan terhambat, sapi yang dewasa berat badannya akan
menurun, perkembangbiakan akan rendah karena fertilitasnya menurun dan persentase
karkas pun rendah (Sugeng, 2003).
3.7. Pertambahan Bobot Badan
Untuk
mengetahui pertambahan bobot badan dari masing-masing sapi pada pelaksaan
magang di Kelompok Tani Tunas Mudadengan
cara pengukuran lingkar dada dari masing-masing sapi (Tabel 5). Cara pengukuran ini mengggunakan Rumus
Djagra.
·
Bobot Badan Sapi Jantan (kg) =
·
Bobot Badan Sapi Betina (kg) =
Tabel
5.Hasil Pengukuran Lingakaran Dada
pada Minggu ke-1 dan 4
|
Nomor Sapi
|
Minggu Pertama
(cm)
|
Minggu Terakhir
(cm)
|
|
|
|
|
|
1
|
166
|
164
|
|
2
|
172
|
173
|
|
3
|
176
|
177
|
|
4
|
123
|
125
|
|
5
|
127
|
130
|
|
6
|
119
|
122
|
|
7
|
160
|
185
|
|
8
|
165
|
165
|
|
9
|
175
|
175
|
|
10
|
150
|
165
|
|
11
|
180
|
190
|
Sumber :Djagra
Dari
Tabel5 maka
dapat diketahui bobot dari
sapi Bali yang ada di Peternakan Tunas Muda.Sebagaimana tertera pada Tabel 6.Dari Tabel 5 terlihat bahwa tidak semua
sapi mengalami peningkatan lingkar dada setelah empat minggu di pelihara.Hal
ini diduga karena jenis pakan yang diberikan hanya hijauan tanpa konsentrat
(Tabel 3) dan konsumsi pakan yang rendah (Tabel 4).
Tabel 6. Pertambahan Bobot Badan Sapi Bali Pada Peternakan Tunas Muda selama dilaksanakannya Farm
Experience
|
Nomor Sapi
|
Minggu Pertama
(Kg)
|
Minggu Terakhir
(Kg)
|
PBB/Bln
(Kg)
|
PBB/Hari
(Kg)
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
289
|
301
|
12
|
0.4
|
|
2
|
313
|
327
|
14
|
0.46
|
|
3
|
347
|
363
|
16
|
0.53
|
|
4
|
123
|
134
|
11
|
0.36
|
|
5
|
143
|
149
|
6
|
0.2
|
|
6
|
119
|
123
|
4
|
0.13
|
|
7
|
185
|
197
|
12
|
0.4
|
|
8
|
258
|
271
|
13
|
0.43
|
|
9
|
277
|
291
|
19
|
0.63
|
|
10
|
244
|
261
|
17
|
0.56
|
|
11
|
352
|
371
|
19
|
0.63
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
2650
|
2788
|
143
|
4.73
|
|
Rata-rata
|
240.90
|
253.45
|
13
|
0,43
|
Sumber:
Dari Tabel 6dapat
diketahui bahwa rata-rata pertambahan bobot badan
sapi Bali yang ada di Peternakan Tunas Muda ini adalah 0.43
Kg/ekor/Hari.Hal ini tidak sesuai dengan
pendapat Yusup (2013), yang menyatakan bahwa
pertambahan bobot badan harian sapi Bali
0.66-0.8 kg/hari, dengan berat badan sapi dewasa jantan bekisar 350-400 kg dan
betina dewasa bekisar 250-300 kg. Pemberian pakan yang kurang baik kualitasnya
merupakan salah satu penyebab utama pertambahan bobot badan sapi kurang
maksimal dantidak diberikannya pakan tambahan seperti konsentrat. Hal ini sesuai dengan pendapat Abidin (2002), yang menyatakan bahwa kualitas dan kuantitas dari
pakan yang diberikan kepada ternak sangat mempengaruhi terhadap pertambahan
bobot badan dari ternak tersebut.
BAB
IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Dari hasil Farm Experience yang
dilaksanakan pada Kelompok TaniTunas
Muda Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi
dapat diketahui yaitu sistem
pemberian pakan yang dilaksanakan dipeternakan ini kurang baik karena pakan yang diberikan masih kurang
mencukupi secara kualitas dan tidak diberikannya pakan tambahan seperti
konsentrat. Dipeternakan Kelompok Tani Tunas Muda ini tidak adanya pencegahan
penyakit seperti pemberian obat dan vaksinasi.
4.2.
Saran
Pakan
ternak sapi Bali di Kelompok TaniTunas
Muda masih perlu diperhatikan karena jumlah dan
kualitasnya masih belum mencukupi kebutuhan,perlu diberikan pakan tambahan
seperti konsentrat agar kebutuhan akan nutrisiternaktercukupi dan kesehatan ternak harus diperhatikan karena banyak
ternak yang terserang penyakit tetapi tidak adanya penanganan seperti vaksinasi
dan pemberian obat.Pemberian garam sebaiknya dipercikkan ke pakan atau
diberikan dalam bentuk garam balok sehingga ternak dapat menjilat garam kapan
pun.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. 2002. Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis
Penggemukan Sapi
Potong. Agromdia Pustaka. Jakarta.
Bandini, Y. 2003. Beternak Sapi Bali. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hernowo, B. 2006.Prospek pengemangan usaha peternakan
sapi potong dikecematan surade kabupaten sukabumi. Fakultas peternakan
Institutpertanian bogor. Bogor.
Pane, I. 1996.Pelaksanaan Perbaikan Mutu Genetik Sapi
Bali. Gramedia, Denpasar Bali.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. 2007.
Kontruksi Bangunan Kandang. Pusat penelitian Peternakan Jakarta.
Reksohadiprojdo, 1985.Pengembangan Peternakan di
Daerah Transmigrasi.BPFE.Yogyakarta.
Santosa, U. 2002. . Tata Laksana Pemeliharaan Ternak
Sapi. Penebar Swadaya.Jakarta.
Sarwono, B dan H. B. Arianto. 2002. Penggemukan Sapi
Potong Secara Cepat.
Penebar Swadaya. Jakarta.
Setiadi, B. 2001.Beternak Sapi Daging dan Masalahnya.
Penebar Swadaya, Jakarta.
Siswanto.2011.Gambaran Sel
DarahMerah Sapi Bali Fakultas Kedokteran Hewan, Univ. Udayana Denpasar, Bali.
Sugeng, Y .B,
2005. Pemeliharaan Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sutardi, T, 1991. Aspek Nutrisi Sapi Bali.Seminar
Nasional Sapi Bali 2-3 September. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin,
Ujung Pandang.
Yusup, 2013. Penggemukan
Pembibitan dan Perdagangan Sapi Potong.PT. Fortuna Megah Perkasa.http://www.fmp.sinarindo.co.id/index.php/7-jenis-sapi/6-sapi-bali
Lampiran 2. Pertambahan Bobot Badan (PBB) Sapi Bali
di Kelompok Tani Tunas Muda
v Bobot Awal
v Bobot Badan Sapi Jantan (kg) =
v
Bobot
Badan Sapi Betina (kg) =
1. Sapi
(1) = ( 166)2x116
11050
=
289 Kg
2 Sapi (2) = ( 172 )2x 117
11045
=
313 Kg
3 Sapi
(3) = ( 176 )2x 124
11045
=
347 Kg
4
Sapi (4) = ( 123 )2x 90
11045
=
123 Kg
5
Sapi (5) = ( 127)2 x 98
11045
=
143 Kg
6
Sapi (6) = ( 119)2 x 92
11050
= 119
Kg
7
Sapi (7) = ( 160)2 x80
11050
= 185
Kg
8
Sapi (8) = ( 165)2x105
11045
= 258 Kg
9
Sapi (9) = ( 165)2 x105
11045
= 277
Kg
10 Sapi
(10) = ( 121 + 22)2
11050
= 244
Kg
11 Sapi
(11) = ( 180)2 x120
11045
= 352 Kg
Bobot
Akhir
1
Sapi (1) = ( 164 )2x 124
11050
=
301 Kg
2 Sapi (2) = ( 173 )2x 121
11045
=
327 Kg
3 Sapi (3)
=( 177
)2x 128
11045
=
363 Kg
4 Sapi
(4) = ( 125 )2x
95
11045
=
134Kg
5
Sapi (5) = ( 130)2 x 98
11045
=
149 Kg
6
Sapi (6) = ( 122)2 x 92
11050
= 123
Kg
7
Sapi (7) = ( 165 )2 x 80
11050
= 197
Kg
8
Sapi (8) = ( 165)2x 110
11045
= 271 Kg
9Sapi (9) = ( 165)2 x
105
11045
=
291 Kg
10 Sapi
(10) = ( 165 )2x 120
11050
= 261 Kg
11 Sapi
(11) = ( 190)2 x 125
11045
= 371 Kg
v Pertambahan Bobot Badan Per-Bulan
PBB per Bulan = Bobot Akhir – Bobot Awal
1. Sapi
(1) = 301 Kg – 289 Kg = 12 Kg
2. Sapi
(2) = 327 Kg – 313 Kg = 14 Kg
3. Sapi
(3) = 363 Kg – 347Kg = 16 Kg
4. Sapi
(4) = 134 Kg –123 Kg = 11 Kg
5. Sapi
(5) = 149 Kg – 143 Kg = 6 Kg
6. Sapi
(6) = 123 Kg – 119 Kg = 4 Kg
7. Sapi
(7) = 197 Kg –185 Kg = 12 Kg
8. Sapi
(8) = 271 Kg –258 Kg = 13 Kg
9. Sapi
(9) = 291 Kg – 272 Kg = 19 Kg
10. Sapi
(10) = 261 Kg –244 Kg = 17 Kg
11. Sapi
(11) = 371 Kg –352 Kg = 19 Kg
v Pertambahan Bobot Badan per-Hari
PBB
per hari = PBB selama Pemeliharaan
Lama
pemeliharaan
1.
Sapi (1) = 12 Kg /30 Hari = 0.4 Kg
2.
Sapi (2) = 14 Kg /30 Hari = 0.46 Kg
3.
Sapi (3) = 16 Kg /30 Hari = 0.53 Kg
4.
Sapi (4) = 11 Kg /30 Hari = 0.36 Kg
5.
Sapi (5) = 6 Kg /30 Hari =
0.2 Kg
6.
Sapi (6) = 4 Kg /30 Hari= 0.13 Kg
7.
Sapi (7) = 12 Kg /30 Hari = 0.4 Kg
8.
Sapi (8) = 13 Kg /30 Hari = 0.43Kg
9.
Sapi (9) = 19 Kg /30 Hari = 0.63Kg
10. Sapi
(10) = 17 Kg /30 Hari = 0.56 Kg
11. Sapi
(11) = 19 Kg /30 Hari = 0.63 Kg
Lampiran
3. Denah Lokasi Kelompok
Tani Tunas Muda
lokasi
lorong
rojo
lele
Simpang
Talang
Duku
Desa
pudak
|
|
TPU
Desa Pudak
Jembatan
Batanghari II
PAL.
6
Jembatan
Kumpeh
SELINCAH
Lampiran 4. Struktur
Organisasi Kelompok Tani Tunas Muda
|
Ketua
Jumono
|
|
Seksi- seksi
|
|
Sekretaris
Tridianto
|
|
Bendahara
Bamelan
|
|
Anggota-angota
Panut, Sarno,
Sucipta, Slamet, Didi, Misnan, Poniran, Misnan
|
|
Humas
Amsowo
|
|
Ternak
Sarwoko
|
|
Perkandangan
Supriyadi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar